Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Suasana khidmat menyelimuti rumah duka salah satu siswa MAN 1 Muara Enim saat pihak madrasah menyerahkan santunan duka kepada salah satu siswanya yang baru saja kehilangan orang tua. Langkah ini diambil sebagai bentuk nyata solidaritas dan rasa kekeluargaan yang menjadi pilar utama pendidikan karakter di madrasah tersebut.
Kepala urusan tata usaha MAN 1 Muara Enim Abdul Nur Al Islami, menyampaikan bahwa santunan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan pesan kuat bahwa sekolah adalah rumah kedua bagi siswa. “Kami ingin memastikan bahwa dalam keadaan sesulit apa pun, siswa kami tidak merasa sendirian. Pendidikan mereka harus tetap berlanjut, dan semangat mereka harus tetap terjaga,” ujarnya saat menyerahkan bantuan secara simbolis. Selasa (23/12/2025)
Dana santunan tersebut dihimpun melalui program “Madrasah Berbagi” yang melibatkan sumbangan sukarela dari guru, staf tata usaha, hingga sesama rekan siswa. Inisiatif ini bertujuan untuk menanamkan rasa empati dan kepedulian sosial sejak dini kepada seluruh warga sekolah. Selain bantuan uang tunai untuk meringankan beban ekonomi keluarga, pihak madrasah juga memberikan layanan bimbingan konseling khusus bagi siswa yang bersangkutan.
Hal ini dilakukan guna membantu pemulihan psikologis agar siswa tetap memiliki motivasi untuk menyelesaikan studinya di tengah duka yang mendalam. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan menjadi penyemangat bagi ananda untuk terus berprestasi demi membanggakan almarhum orang tuanya,” pungkas Abdul Nur Al Islami.
Aksi nyata ini mendapat apresiasi positif dari para orang tua murid dan masyarakat sekitar, yang menilai MAN 1 Muara Enim berhasil mengintegrasikan nilai-nilai agama ke dalam tindakan sosial yang berdampak langsung bagi kesejahteraan siswanya. (Kmd)
