Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Memasuki masa libur semester ganjil (gasal) tahun ajaran 2025/2026, MAN 1 Muara Enim tidak sekadar melepas siswanya untuk beristirahat. Melalui instruksi khusus, pihak madrasah meluncurkan gerakan “Budaya Bersih Tanpa Jeda”, sebuah ajakan bagi seluruh siswa untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, baik di rumah maupun di tempat wisata, sebagai cerminan identitas siswa madrasah.
Langkah ini diambil untuk memutus stigma bahwa liburan identik dengan pengabaian disiplin. Madrasah menekankan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman (Annadhofatu Minal Iman) yang tidak mengenal hari libur. Kepala MAN 1 Muara Enim, Hj.Iin Parlina, menyatakan bahwa pendidikan karakter tidak boleh terhenti saat lonceng sekolah berhenti berbunyi. “Siswa kami adalah duta madrasah di tengah masyarakat. Saat mereka berlibur ke tempat wisata atau sekadar di rumah, mereka harus menjadi pelopor kebersihan. Jangan meninggalkan jejak selain kenangan, jangan membuang apa pun selain sampah pada tempatnya,” tegasnya. Selasa (23/12/2025)
Gerakan ini dilakukan secara kreatif melalui tantangan di media sosial. Para siswa didorong untuk mengunggah aksi nyata mereka, seperti membantu membersihkan rumah atau memungut sampah saat berada di ruang publik, dengan tagar khusus madrasah. Hal ini bertujuan untuk menciptakan dampak domino positif bagi lingkungan sekitar. Dampak dari gerakan ini sangat signifikan, orang tua siswa melaporkan adanya perubahan sikap anak-anak mereka yang lebih peduli terhadap kebersihan hunian selama liburan.
Selain itu, aksi kecil para siswa di tempat-tempat umum menjadi edukasi visual bagi masyarakat luas tentang kualitas pendidikan karakter di madrasah. “Kami dididik bahwa kebersihan adalah cerminan hati. Jadi, meski tidak diawasi guru di kelas, kami tetap merasa bertanggung jawab untuk menjaga lingkungan tetap asri di mana pun kami berada,” ujar Aisyah Rodathul Jannah siswi kelas XI MAN 1 Muara Enim.
Dengan komitmen ini, MAN 1 Muara Enim membuktikan bahwa pendidikan di madrasah bukan hanya soal nilai di atas kertas raport, melainkan tentang pembentukan gaya hidup yang bermanfaat dan berdampak luas bagi kelestarian lingkungan dan kenyamanan bersama. (Kmd)
