Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Memasuki pekan krusial seleksi masuk perguruan tinggi, gelombang semangat terasa kuat di kalangan siswa Kelas XII Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim. Menjelang pembukaan registrasi Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) 2026, para siswa kini tengah intensif melakukan pemetaan minat dan bakat guna memastikan pemilihan universitas dan program studi yang tepat.
Langkah ini dianggap sangat berdampak bagi masa depan siswa,MAN 1 Muara Enim mengingat SPAN-PTKIN merupakan jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi akademik tanpa ujian tulis. Kesalahan dalam memilih jurusan atau universitas dapat berakibat fatal pada peluang kelulusan dan keberlanjutan studi mereka.
“Kami tidak ingin mereka hanya sekadar ikut-ikutan teman atau memilih jurusan yang populer saja. Tahun 2026 ini, persaingan diprediksi semakin ketat, sehingga analisis nilai rapor dan kesesuaian minat sangatlah penting,” ujar salah satu guru Bimbingan Konseling (BK) MAN 1 Muara Enim.
“Para siswa MAN 1 Muara Enim terpantau proaktif melakukan riset mendalam melalui sesi konsultasi intensif. Mereka mempelajari profil berbagai UIN, IAIN, dan STAIN di seluruh Indonesia, serta membedah prospek karier dari setiap program studi. Diskusi kelompok dan penggunaan platform simulasi pemilihan jurusan menjadi pemandangan sehari-hari di sudut-sudut madrasah”, jelas Kepala MAN 1 Muara Enim, Senin (19/1/2026).
Dampak dari persiapan matang ini mulai terlihat pada meningkatnya kepercayaan diri siswa MAN 1 Muara Enim. Dengan memiliki target yang jelas sebelum mengeklik tombol registrasi, para siswa diharapkan tidak hanya lulus seleksi, tetapi juga mampu menjalani masa perkuliahan dengan antusiasme tinggi karena berada di jalur yang sesuai dengan jati diri mereka.
Langkah strategis ini menjadi bukti komitmen madrasah dalam mengawal santrinya menuju jenjang pendidikan tinggi. Suksesnya siswa Kelas XII MAN 1 Muara Enim dalam memilih universitas dan jurusan yang tepat pada SPAN-PTKIN 2026 akan menjadi batu loncatan penting bagi lahirnya intelektual muslim masa depan yang kompeten di bidangnya. (KMD)
