Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Dalam upaya membentuk karakter generasi muda yang menghargai waktu, Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim mengintensifkan program penertiban bagi siswa yang sering datang terlambat. Langkah ini diambil bukan sebagai hukuman fisik, melainkan sebagai bentuk pembinaan karakter yang mendalam dan berkelanjutan.
Sebagai komitmen terhadap Pendidikan Karakter setiap pagi, tim kesiswaan bersama guru piket melakukan pemantauan di pintu gerbang MAN 1 Muara Enim. Siswa yang datang melewati batas waktu yang ditentukan diberikan teguran lisan serta pengarahan khusus mengenai pentingnya manajemen waktu. Langkah ini sejalan dengan Buku Poin Pelanggaran yang bertujuan memberikan efek jera sekaligus memotivasi siswa untuk lebih tertib.
Berbeda dengan hukuman konvensional, MAN menerapkan sanksi edukatif bagi mereka yang sering melanggar, seperti: Literasi Al-Qur’an: Siswa diminta membaca beberapa ayat Al-Qur’an sebelum diizinkan masuk kelas sebagai bentuk penguatan spiritual. Bagi siswa yang memiliki riwayat keterlambatan berulang, pihak madrasah melalui Tim Bimbingan Konseling (BK) melakukan pendekatan personal untuk mencari akar permasalahan.
Melibatkan siswa yang melanngar peraturan dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Pihak madrasah menekankan bahwa ketepatan waktu sangat berpengaruh pada fokus belajar dan prestasi akademik. Dengan disiplin yang kuat, siswa diharapkan siap menghadapi tantangan di masa depan dengan integritas tinggi. “Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki mentalitas disiplin. Menghargai waktu adalah langkah awal menuju kesuksesan di dunia kerja dan kehidupan nyata,” ungkap Ferida Ariyani Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Selasa (3/2/2026). (Kmd)
