Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Menjelang akhir tahun ajaran 2025/2026, siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim melaksanakan ujian praktik mata pelajaran Geografi dengan proyek pembuatan peta timbul. Ujian praktik ini bertujuan untuk menguji pemahaman siswa mengenai konsep keruangan dan kemampuan visualisasi relief permukaan bumi secara nyata.
Berbeda dengan peta datar biasa, peta timbul ini dibuat menggunakan media papan triplek sebagai alas utama. Siswa memanfaatkan campuran bubur kertas (koran bekas) dan lem untuk membentuk tekstur pegunungan, dataran tinggi, hingga lembah sesuai dengan skala dan peta dasar yang telah ditentukan sebelumnya.
“Menggunakan potongan triplek yang telah dihaluskan dan dibuatkan garis tepi serta koordinat dasar. Proses menempelkan bubur kertas secara bertahap untuk membentuk ketinggian (elevasi) permukaan bumi sesuai dengan garis kontur pada peta acuan. Setelah relief kering, siswa melakukan pengecatan menggunakan warna standar geografi, seperti hijau untuk dataran rendah, kuning/cokelat untuk pegunungan, dan biru untuk wilayah perairan. Penambahan keterangan nama wilayah, gunung, dan sungai untuk melengkapi informasi spasial pada peta”, jelas guru yang nebfahar mata pelajaran sejarah kelas XII MAN 1 Muara Enim Jum’at (20/2/2026).
Guru pengampu mata pelajaran Geografi menyatakan bahwa media peta timbul sangat efektif untuk membantu siswa memahami interaksi manusia dengan lingkungan serta pola sebaran wilayah. Selain aspek kognitif, kegiatan ini juga melatih keterampilan motorik dan kerjasama tim bagi siswa yang mengerjakan secara berkelompok. Hasil karya peta timbul ini nantinya akan dipamerkan di lingkungan madrasah sebagai bentuk apresiasi sekaligus media pembelajaran bagi siswa kelas X dan XI dalam memahami materi pengetahuan dasar pemetaan. (Kmd).
