Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Program pembiasaan karakter peduli lingkungan di MAN 1 Muara Enim kini mulai membuahkan hasil nyata di luar pagar MAN 1 Muara Enim. Kebiasaan siswa MAN 1 Muara Enim dalam mengurus tanaman, yang biasanya dilakukan melalui program “Madrasah Hijau”, kini mulai diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari di rumah masing-masing,
Fenomena ini menunjukkan bahwa edukasi ekologi di lingkungan madrasah tidak berhenti sebagai tugas sekolah semata, melainkan telah bertransformasi menjadi nilai hidup yang dipraktikkan siswa bersama keluarga mereka. Banyak orang tua siswa melaporkan adanya perubahan positif pada perilaku anak-anak mereka selama libur semester ganjil ini. Siswa tidak lagi hanya terpaku pada layar ponsel, melainkan aktif menata taman rumah, menyiram tanaman setiap pagi, hingga mengajak orang tua menanam sayuran di lahan sempit.
Kepala MAN 1 Muara Enim mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari integrasi nilai-nilai keagamaan tentang menjaga alam (rahmatan lil ‘alamin). “Di MAN 1 Muara Enim, kami ajarkan bahwa menanam satu pohon adalah sedekah jariyah. Kami sangat bersyukur melihat nilai ini diimplementasikan siswa di rumah mereka masing-masing,” ungkap Hj.Iin Parlina, Senin (29/12/2025).
Aksi nyata para siswa MAN 1 Muara Enim ini diharapkan mampu menginspirasi warga sekitar untuk turut menghijaukan lingkungan tempat tinggal. Dengan memanfaatkan limbah rumah tangga sebagai pupuk organik sesuai arahan dalam panduan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, para siswa ini telah menjadi agen perubahan (agent of change) bagi pelestarian lingkungan di Kabupaten Muara Enim.
Memasuki tahun 2026, tren positif ini diprediksi akan semakin kuat, menjadikan siswa MAN 1 Muara Enim sebagai generasi muda akan menjadi garda terdepan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui langkah kecil namun konsisten dari rumah. (Kmd)
