Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) kini mengadopsi pendekatan baru dalam mencetak generasi intelektual. Tak lagi hanya menyerap materi secara pasif, para siswa diajarkan sistem diskusi terstruktur untuk membedah dan menyelesaikan masalah yang rumit, baik dalam disiplin ilmu akademik maupun dinamika sosial sehari-hari.
Dari Teori ke Solusi Nyata, Melalui metode Problem-Based Learning (PBL), guru di MAN 1 Muara Enim bertindak sebagai fasilitator yang menyajikan isu-isu kontemporer yang kompleks. Siswa didorong untuk bekerja dalam kelompok kecil guna menganalisis masalah, berbagi informasi, dan mengambil keputusan kolektif. Sistem ini melatih siswa untuk tidak hanya mencari satu jawaban benar, tetapi mengeksplorasi berbagai alternatif solusi yang logis dan etis.
“Diskusi ini membantu siswa menjadi lebih aktif dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang mendalam, yang merupakan modal utama mereka di masa depan,” ungkap seorang pendidik MAN 1 Muara Enim. Jum’at (30/1/2026). Dampak Positif bagi Pengembangan Siswa dengan penerapan sistem diskusi yang intensif ini membawa perubahan signifikan pada karakter siswa seperti ketajaman analisis yaitu siswa terbiasa membedah masalah rumit menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikelola.
Proses diskusi melatih sikap saling menghormati, empati terhadap perbedaan pendapat, dan kemampuan mengomunikasikan ide dengan tenang. Sebagai peningkatan motivasi siswa MAN 1 Muara Enim karena metode ini terbukti meningkatkan motivasi belajar karena siswa merasa dilibatkan langsung dalam menemukan solusi dan membangun karakter demokratis,
Lebih dari sekadar prestasi akademik, sistem diskusi ini adalah bentuk pendidikan demokrasi siswa MAN 1 Muara Enim sejak dini. Dengan membiasakan diri berdialog secara sehat, MAN 1 Muara Enim mempersiapkan siswanya untuk menjadi pemimpin masa depan yang mampu menghadapi tantangan global yang semakin kompleks dengan kepala dingin dan solusi cerdas. (Kmd)
