Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Ujian praktik Seni Budaya di Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim tidak lagi sekadar persyaratan nilai, melainkan telah bertransformasi menjadi festival seni yang berdampak luas bagi pengembangan karakter dan pelestarian budaya lokal. Melalui perhelatan yang dikemas secara profesional, para siswa membuktikan bahwa madrasah mampu menjadi rahim bagi lahirnya generasi yang kreatif dan berbudaya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum yang bertujuan mengasah kepekaan estetis, kreativitas, dan kesadaran sosial siswa dalam kehidupan bermasyarakat. Transformasi Halaman, Madrasah Menjadi Galeri Seni semua siswai Kelas XII MAN 1 Muara Enim menunjukkan totalitas luar biasa dalam ujian praktik tahun ini.
“Kegiatan ini lebih dari sekadar Nilai yang membangun karakter berbasis akhlak tetapi pihak MAN 1 Muara Enim menekankan bahwa ujian praktik ini memiliki dampak jangka panjang bagi mentalitas siswa. Mengutip sumber dari Pendidikan Seni Unnes, pendidikan seni memberikan pengalaman estetik yang membantu siswa mengembangkan fisik dan psikis secara seimbang”, jelas Muhammad Guwand guru Seni Budaya MAN 1 Muara Enim. Senin (9/2/2026).
Beberapa manfaat utama yang dirasakan siswa kelas XII MAN 1 Muara Enim seperti Kepercayaan Diri yaitu dengan kegiatan ini akan melatih mental untuk tampil di depan publik dan berkomunikasi secara ekspresif. Membangun kerjasama tim dalam pementasan kelompok, seperti ansambel musik atau tari kreasi dan menjaga warisan lokal, seperti tarian tradisional agar tetap relevan di mata generasi muda.
Dukungan penuh dari kepala madrasah menjadi kunci suksesnya kegiatan ini. Di MAN 1 Menim, pihak madrasah mengharapkan agar keterampilan yang diperoleh selama ujian praktik ini dapat dimanfaatkan oleh siswa menjadi sesuatu yang berdaya guna di masa depan. Dengan semangat “Madrasah Mandiri Berprestasi”, ujian praktik seni budaya kini menjadi salah satu momen yang paling dinantikan karena mampu menyatukan elemen pendidikan, hiburan, dan pelestarian nilai-nilai tradisional. (Kmd)
