Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Meski rona lelah akibat ibadah puasa sesekali tampak, namun semangat para guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim tidak sedikit pun luntur. Setiap pagi, sebelum bel masuk berbunyi, barisan guru tetap setia berdiri di depan gerbang sekolah untuk menyambut kedatangan para siswa dengan senyum hangat dan sapaan akrab.
Pemandangan di MAN 1 Muara Enim ini menjadi bukti nyata bahwa bagi para pendidik, bulan Ramadhan bukanlah alasan untuk mengendurkan disiplin maupun pelayanan. Sebaliknya, momen ini dijadikan ladang pengabdian untuk memberikan teladan langsung tentang pentingnya semangat menuntut ilmu dalam kondisi apa pun.
Kegiatan “Sapa Pagi” yang sudah menjadi tradisi di MAN 1 Muara Enim ini terasa lebih bermakna di bulan suci. Para guru tidak hanya memastikan ketertiban siswa, tetapi juga memberikan energi positif melalui motivasi singkat agar para siswa tetap semangat belajar meski sedang berpuasa. “Melihat wajah-wajah antusias siswa yang datang untuk menuntut ilmu menjadi suplemen tersendiri bagi kami. Rasa haus dan lapar seolah teralihkan ketika melihat mereka siap belajar,” ungkap Raihanah salah satu guru senior. Menurutnya, menyambut siswa dengan keramahan adalah bagian dari pendidikan karakter yang sangat krusial di era saat ini. Jum’at (6/3/2026).
Dedikasi guru MAN 1 Muara Enim ini memberikan dampak psikologis yang signifikan bagi para siswa seperti meningkatkan Motivasi: Siswa merasa lebih dihargai dan diperhatikan, sehingga semangat berangkat ke sekolah tetap terjaga. Siswa belajar tentang konsistensi dan tanggung jawab langsung dari perilaku guru-guru mereka.Sambutan hangat di pagi hari menciptakan suasana batin yang tenang, sangat mendukung efektivitas pembelajaran selama bulan puasa.
Kepala MAN 1 Muara Enim Iin Parlina menyampaikan bahwa keikhlasan para guru dalam menjalankan tugas selama Ramadhan adalah bentuk nyata dari moderasi beragama dan integritas. “Guru adalah jantung dari madrasah. Ketulusan mereka menyambut siswa setiap pagi adalah bentuk ibadah yang dampaknya sangat luas bagi pembentukan akhlak siswa,” jelasnya.
Melalui langkah sederhana namun konsisten ini, MAN 1 Muara Enim membuktikan bahwa dedikasi pendidik adalah kunci utama dalam mencetak generasi yang tangguh, disiplin, dan beradab, meski dalam tantangan fisik di bulan penuh berkah. (Kmd).
