Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Memasuki minggu ketiga Ramadan 1447 H, suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim melalui gelaran acara buka puasa bersama (bukber). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga pengurus komite ini tidak sekadar menjadi ajang makan bersama, tetapi merupakan instrumen penting dalam mempererat tali silaturahmi dan membangun karakter siswa.
Acara yang dimulai sejak sore hari ini diawali dengan rangkaian kegiatan spiritual seperti tadarus Al-Qur’an bersama dan tausiah singkat. Di beberapa madrasah, momentum ini juga digunakan untuk memberikan santunan kepada siswa yatim piatu dan warga sekitar yang membutuhkan, sebagai wujud nyata dari kepedulian sosial yang diajarkan di lingkungan madrasah.
“Lebih dari Sekadar Tradisi Tahunan, bagi civitas academica MAN 1 Muara Enim, buka bersama memiliki makna mendalam yang melampaui aspek seremonial seperti penguatan Karakter: kegiatan bukber di sekolah menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai berbagi dan empati melalui aksi berbagi takjil atau santunan. Kesehatan Mental dan Kebahagiaan, Interaksi sosial yang terjadi saat berbuka bersama terbukti mampu mengurangi rasa kesepian dan meningkatkan dukungan emosional di antara warga madrasah. Kegiatan ini mempertemukan seluruh elemen madrasah dalam suasana yang lebih cair, menghapus sekat antara pengajar dan pelajar demi satu tujuan keberkahan Ramadan”, jelas Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim.
Salah satu poin krusial dalam pelaksanaan bukber di MAN 1 Muara Enim adalah menjaga kedisiplinan ibadah. Pihak MAN 1 Muara Enim menekankan bahwa makna bukber akan hilang jika jemaah melalaikan kewajiban utama. Oleh karena itu, acara selalu ditutup dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah di masjid madrasah segera setelah membatalkan puasa secara sederhana.
Kepala MAN 1 Muara Enim dalam sambutannya menyatakan bahwa antusiasme tinggi dari para siswa menunjukkan bahwa nilai-nilai kebersamaan masih sangat kuat di era digital ini. Melalui momen ini, diharapkan muncul semangat kolaborasi yang lebih besar dalam memajukan kualitas pendidikan di madrasah. (Kmd)
