Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Usai merayakan hari kemenangan Idulfitri 1447 H, ribuan siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim di seluruh Indonesia mulai kembali ke bangku madrasah hari ini. Momentum kembali ke sekolah ini diharapkan menjadi titik balik bagi peserta didik untuk meningkatkan etos belajar, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital pasca-berlakunya PP Tunas.
Menteri Agama menekankan bahwa semangat fitrah atau kesucian yang diraih selama Ramadan harus ditransformasikan menjadi semangat “Jihad Ilmu”. Siswa MAN dituntut tidak hanya giat secara akademik, tetapi juga semakin cakap dalam memilah informasi di ruang siber.
Dengan berakhirnya masa libur, siswa diminta segera fokus pada persiapan asesmen madrasah dan pendalaman materi sains serta keagamaan. Sejalan dengan PP Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas), madrasah memperketat pendampingan penggunaan gadget. Siswa didorong menggunakan perangkat digital untuk riset ilmu pengetahuan, bukan sekadar hiburan. Nilai-nilai disiplin dan antre yang dilatih selama Ramadan diharapkan tetap terjaga dalam lingkungan madrasah, menciptakan suasana belajar yang kondusif dan beradab.
“Libur telah usai, saatnya kita kembali berjihad melawan kebodohan. Literasi digital bukan lagi pilihan, tapi kewajiban bagi siswa MAN agar tetap kompetitif namun tetap dalam koridor akhlakul karimah,” ujar Iin Parlina MAN 1 Muara Enimm, Senin (30/3/2026). Melalui semangat baru ini, Madrasah Aliyah Negeri berkomitmen mencetak generasi yang “Melek Teknologi, Kokoh Akidah,” guna menyongsong Indonesia Emas 2045. (Kmd).
