Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Di tengah pesatnya modernisasi kurikulum, Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim mengambil langkah berani untuk memastikan tidak ada siswa yang tertinggal dalam kemampuan spiritual dasar. Pekan ini, pihak madrasah secara resmi membuka Kelas Khusus Literasi Al-Qur’an, sebuah program intervensi bagi siswa yang belum lancar membaca Al-Qur’an.
Langkah ini diambil setelah hasil pemetaan awal tahun menunjukkan adanya kesenjangan kemampuan membaca di antara siswa baru. Program ini bertujuan agar seluruh lulusan MAN 1 Muara Enim tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga khatam dan fasih dalam membaca kitab suci. Berbeda dengan kelas reguler, program ini menggunakan metode “Tutor Sebaya” dan bimbingan intensif dari guru agama. Siswa yang memiliki kemampuan bacaan lebih baik (tahfiz) dilibatkan sebagai pendamping bagi rekan-rekannya.
“Kami tidak ingin siswa merasa rendah diri. Sebaliknya, kami menciptakan ruang aman di mana mereka bisa belajar tanpa tekanan. Membaca Al-Qur’an adalah identitas utama siswa madrasah,” ujar Kepala MAN 1 Muara Enim Iin Parlina. Kamis (23/4/2026).
Program ini dirancang oleh MAN 1 Muara Enim sedemikian rupa agar tidak mengganggu jam pelajaran umum, Dilakukan 30 menit sebelum jam pertama dimulai atau setelah salat Zuhur berjamaah. Menggunakan metode cepat (seperti Qiroati atau Tilawati) yang disesuaikan dengan usia remaja. Setiap akhir bulan, progres siswa akan dipantau melalui kartu kendali capaian. Pemberian apresiasi bagi siswa yang menunjukkan progres paling signifikan untuk memotivasi semangat belajar.
Program yang diterapkan oleh MAN 1 Muara Enim ini tidak hanya berdampak pada kemampuan teknis membaca, tetapi juga pada penguatan mental siswa. Banyak siswa yang sebelumnya merasa malu kini menjadi lebih percaya diri saat mengikuti pelajaran Al-Qur’an Hadis di kelas reguler.
“Awalnya saya sungkan karena sudah tingkat Aliyah tapi belum lancar. Tapi dengan kelas khusus ini, saya merasa didukung dan tidak sendirian. Sekarang saya sudah mulai masuk ke juz-juz awal dengan tajwid yang lebih baik,” ungkap salah satu siswa MAN 1 Muara Enim peserta kelas khusus tersebut.
Pihak MAN 1 Muara Enim menargetkan dalam satu semester, seluruh peserta kelas khusus sudah mampu bergabung dengan kelas reguler tanpa kendala. Inisiatif ini diharapkan menjadi model bagi madrasah lain bahwa keberhasilan institusi tidak hanya diukur dari nilai ujian nasional, tetapi juga dari keberhasilan membangun karakter dan literasi keagamaan yang kuat. (Kmd).
