Muara Enim (Kemenag Sumsel) — Di saat lonceng akhir semester berbunyi dan sebagian besar siswa serta tenaga kependidikan menikmati masa libur sekolah, pemandangan berbeda terlihat di Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim. Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) justru memilih tetap hadir di sekolah demi merampungkan berbagai berkas administrasi kepegawaian yang krusial.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Bagi para guru PPPK MAN 1 Muara Enim, momen libur semester ganjil/genap merupakan “waktu emas” untuk mengejar tenggat waktu pemutakhiran data, pemberkasan sertifikasi, hingga pengurusan Penilaian Kinerja Guru (PKG) tanpa harus mengorbankan waktu mengajar di kelas. Komitmen para guru ini membawa dampak signifikan, baik bagi tata kelola madrasah maupun kualitas pendidikan itu sendiri
Untuk menjamin Hak Jaminan Kesejahteraan seperti kelengkapan berkas seperti Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan pembaruan data di sistem SIMPATIKA/SIASN adalah syarat mutlak cairnya tunjangan profesi dan gaji berkala. Dengan menyelesaikan administrasi selama liburan, para guru memastikan bahwa ketika semester baru dimulai, fokus mereka seratus persen tertuju pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tanpa terdistraksi urusan kertas kerja. Ketertiban dokumen kepegawaian guru PPPK MAN 1 Muara Enim secara langsung mendongkrak poin kesiapan administrasi madrasah saat menghadapi audit atau akreditasi institusi.
“Kalau dikerjakan saat masuk sekolah, kami sering dilema antara mengoreksi tugas siswa atau mengisi aplikasi e-kinerja. Libur inilah waktu terbaik kami untuk ‘bersih-bersih’ administrasi agar nanti pas masuk, kami tinggal fokus mengajar.” ujar Guwanda salah seorang guru PPPK MAN 1 Muara Enim. Selasa (23/6/2026).
Kepala MAN 1 Muara Enim pun turut mengapresiasi loyalitas ini. Mereka memfasilitasi para guru dengan tetap membuka layanan ruang tata usaha dan jaringan internet madrasah secara penuh selama masa liburan. Fenomena ini membuktikan bahwa status sebagai ASN PPPK MAN 1 Muara Enim membawa tanggung jawab dan profesionalisme yang tinggi. Di balik ketenangan ruang kelas yang kosong saat liburan, ada keringat para guru yang sedang berjuang memastikan roda birokrasi pendidikan tetap berputar demi masa depan siswa yang lebih cerah di semester depan. (Kmd).
