Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Dalam rangka memastikan masa transisi siswa baru berjalan optimal dan sesuai regulasi, Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Muara enim melakukan monitoring dan evaluasi (monev) intensif terhadap pelaksanaan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matamuda) di Madrasah Aliyah Negeri MAN 1 Muara Enim.
Langkah ini diambil untuk mengawal agar kegiatan orientasi tersebut benar-benar menjadi wadah edukasi yang humanis, kreatif, dan bebas dari unsur perpeloncoan. Mengawal Karakter dan Mutu Sejak Hari Pertama,
Pemantauan yang dilakukan oleh tim pengawas Kankemenag ini berfokus pada kesesuaian materi yang diberikan dengan petunjuk teknis (juknis) Ditjen Pendis Kementerian Agama. Tim Pokjawas memantau langsung jalannya beberapa sesi, mulai dari pengenalan moderasi beragama, budaya digital, hingga pembentukan karakter mulia (akhlaqul karimah).
Ketua Pokjawas Kankemenag Kabupaten Muara Enim menegaskan bahwa Matamuda adalah gerbang awal bagi siswa untuk mengenal lingkungan belajar yang baru. Oleh karena itu, atmosfer yang dibangun haruslah menyenangkan dan memotivasi.
“Kami ingin memastikan Matamuda di MAN ini menjadi fondasi kokoh bagi pembentukan generasi yang moderat dan berprestasi. Tidak boleh ada lagi gaya-gaya lama yang intimidatif. Semua harus berbasis edukasi dan kegembiraan,” ujarnya di sela-sela pemantauan.
Kehadiran dan pengawasan ketat dari Pokjawas Kankemenag ini memberikan dampak signifikan terhadap jalannya kegiatan. Panitia madrasah menyajikan materi interaktif yang berfokus pada potensi akademik dan non-akademik siswa, bukan sekadar penugasan yang membebani.Dengan adanya monitoring langsung, ruang terjadinya tindakan perpeloncoan fisik maupun psikologis berhasil ditekan hingga nol persen. Langkah responsif Kankemenag ini menuai respons positif dari para orang tua murid yang merasa lebih tenang memercayakan anak-anak mereka menempuh pendidikan di madrasah. (Kmd)
