Muara Enim (Kemenag Sumsel) — Suasana berbeda pada pagi Kamis (23/7/2026) siswa baru kelas X hadir dengan sentuhan berbeda, Tidak hanya kegiatan rutin madrasah, pengenalan kurikulum dan organisasi, ratusan siswa baru kelas X MAN 1 Muara Enim turut mengambil peran aktif dalam aksi kelestarian lingkungan melalui gerakan Penghijauan Madrasah. Berbekal bibit tanaman bunga yang dibawa secara mandiri, para remaja ini bahu-membahu menanam puluhan pohon peneduh, tanaman buah, hingga tanaman obat keluarga (TOGA) di berbagai sudut area madrasah.
Aksi ini dirancang bukan sekadar agenda seremoni, melainkan langkah strategis madrasah dalam membangun kesadaran ekologis (eco-literacy) serta karakter bertoleransi dengan alam sejak hari pertama siswa menginjakkan kaki di jenjang Aliyah. Kepala MAN 1 Muara Enim, menegaskan bahwa aksi ini merupakan penterjemahan nilai-nilai kepedulian lingkungan yang selaras dengan ajaran Islam. “Kami ingin mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis dan spiritual, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap lingkungan. Pohon yang ditanam hari ini adalah simbol dari cita-cita mereka yang akan tumbuh dan berakar kuat selama tiga tahun menuntut ilmu di sini.” jelas Hj. Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim
Aksi kolektif siswa baru ini memberikan dampak positif langsung bagi ekosistem dan kenyamanan belajar di Kepala MAN 1 Muara Enim. Penambahan bibit pohon peneduh di sekitar area lapangan dan ruang kelas membantu menurunkan suhu lingkungan madrasah agar lebih sejuk dan kondusif untuk belajar. Setiap kelompok siswa bertanggung jawab penuh merawat pohon yang mereka tanam hingga kelak lulus dari madrasah. Aksi kotor-kotoran tanah bersama berhasil memecah kekakuan di antara siswa baru dari pelbagai sekolah asal, menumbuhkan rasa kebersamaan dengan cepat.
Salah satu siswa baru yang antusias menanam bibit pohon mahoni, mengungkapkan rasa bangganya bisa berkontribusi langsung sejak hari pertama. “Rasanya bangga bisa meninggalkan jejak positif dari hari pertama masuk MAN. Pohon ini akan jadi ‘saksi bisu’ perjuangan kami belajar di sini. Semoga saat kami lulus nanti, pohonnya sudah rimbun dan memberi manfaat buat adik-adik kelas berikutnya,” tuturnya penuh semangat. Melalui langkah kecil ini, MAN [Nama MAN] membuktikan bahwa masa orientasi dapat dikemas secara inovatif, berdampak, dan menjadi fondasi penting bagi pembentukan generasi masa depan yang peduli lingkungan. (Kmd).
