man1menim.sch.id Berita Lantunan Ayat Suci Mengema, Siswa MAN 1 Muara Enim Raih Ketenangan dan Prestasi Lewat Pembiasaan Mengaji Sebelum KBM

Lantunan Ayat Suci Mengema, Siswa MAN 1 Muara Enim Raih Ketenangan dan Prestasi Lewat Pembiasaan Mengaji Sebelum KBM

Muara Enim (Kemenag Sumsel) — Suasana pagi di Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim tampak berbeda dan terasa begitu syahdu. Sebelum Bel Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berbunyi tepat pukul 07.00 WIB, ratusan siswa telah duduk rapi di kelas masing-masing. Dengan berseragam lengkap dan memegang Mushaf Al-Qur’an, suara lantunan ayat-ayat suci terdengar serentak mengema di seluruh sudut sekolah.

Tradisi membaca Al-Qur’an bersama sebelum KBM ini bukan sekadar rutinitas formalitas belaka. Kegiatan yang berlangsung selama 15 hingga 30 menit setiap pagi ini menyimpan tujuan besar dalam membentuk karakter, ketenangan jiwa, hingga peningkatan prestasi akademik peserta didik.
Kepala Sekolah MAN mengungkapkan bahwa pembiasaan ini dirancang secara sistematis untuk menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual (IQ), spiritual (SQ), dan emosional (EQ) para siswa.

Aktivitas pagi yang kerap diwarnai ketergesaan atau kecemasan dapat diredakan dengan lantunan Al-Qur’an. Gelombang otak menjadi lebih tenang sehingga siswa lebih siap menyerap materi pelajaran dengan fokus tinggi.Menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini bertujuan mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki benteng moral yang kuat di tengah arus modernisasi.

Bagi siswa program tahfiz, momen pagi ini menjadi sarana vital untuk mengulang kembali hafalan (muroja’ah) maupun menambah hafalan baru sebelum memulai aktivitas formal.Pihak madrasah meyakini bahwa mengawali ilmu dengan mengingat Allah SWT akan membukakan pintu-pintu kemudahan dalam memahami pelajaran yang sulit sekalipun. Dampak dari pembiasaan ini mulai dirasakan langsung oleh para guru maupun siswa. Riset internal dan observasi guru menunjukkan adanya perubahan signifikan pada perilaku dan performa belajar siswa.

“Sebelum ada rutinitas ini, pagi hari sering terasa riuh dan anak-anak butuh waktu lama untuk fokus. Sekarang, begitu selesai mengaji dan berdoa, suasana kelas langsung kondusif. Mereka jauh lebih siap belajar dan tingkat stres menghadapi ujian berkurang drastis,” ujar salah satu guru wali kelas.

Dampak positif yang dirasakan siswa seperti konsentrasi Belajar Meningkat, siswa mengaku lebih mudah fokus saat guru menjelaskan pelajaran di jam-jam pertama. Penurunan Tingkat Stres, Membaca Al-Qur’an terbukti secara psikologis memberikan efek rileks, mengurangi kecemasan mental akibat beban tugas. Pembiasaan hadir sebelum pukul 07.00 untuk mengaji secara tidak langsung melatih ketepatan waktu dan kedisiplinan siswa. Melalui program tadarus pagi ini, MAN 1 Muara Enim berharap dapat melahirkan lulusan unggul yang berdaya saing tinggi namun tetap memiliki pijakan spiritual yang kokoh. Langkah kecil di setiap pagi ini diharapkan menjadi modal berharga bagi para siswa untuk menghadapi tantangan dunia luar dengan hati yang tenang, pikiran yang jernih, dan akhlak yang terpuji. (Kmd).

2 Likes

Author: admin

https://man1menim.sch.id/