man1menim.sch.id Berita Sulap Koran Bekas Jadi Media Belajar, Siswa MAN 1 Muara Enim Bedah Isu Tata Ruang Wilayah

Sulap Koran Bekas Jadi Media Belajar, Siswa MAN 1 Muara Enim Bedah Isu Tata Ruang Wilayah

Muara Enim (Kemenag Sumsel) — Di tengah masifnya digitalisasi media belajar, ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Muara Enim menunjukkan aksi kreatif yang berdampak positif pada pola pikir dan literasi mereka. Melalui mata pelajaran Geografi, para siswa memanfaatkan media cetak koran bekas untuk menyusun kliping tematik bertema “Tata Ruang Wilayah dan Pembangunan Nasional”.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan ruang Perpustakaan MAN 1 Muara Enim ini bertujuan untuk mengasah kemampuan analisis spasial siswa sekaligus menggalakkan kembali budaya literasi baca media cetak di kalangan generasi Z. Penggunaan koran bekas sebagai media utama pembelajaran Geografi ini memberikan sejumlah dampak nyata bagi para siswa dan lingkungan sekolah.

Siswa tidak sekadar menggunting gambar, tetapi dituntut membaca, menganalisis isu penataan ruang riil seperti alih fungsi lahan, batas wilayah, dan tata kota kemudian menghubungkannya dengan teori Geografi. Memanfaatkan koran bekas menjadi media edukatif yang bernilai tambah sekaligus mengurangi sampah kertas di lingkungan sekolah.Proses diskusi kelompok dalam memilah berita nasional maupun lokal melatih pemikiran kritis dan estetika penyajian data visual.

“Kami ingin siswa melihat bahwa materi Tata Ruang Wilayah bukan sekadar konsep di buku teks, melainkan kejadian nyata yang ada di sekitar kita setiap hari. Melalui koran, mereka belajar membedakan mana fakta lapangan dan bagaimana solusi tata ruang seharusnya diterapkan.” Anita Maharani Guru Mata Pelajaran Geografi MAN 1 Muara Enim

Salah satu siswa kelas XII mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang lebih berkesan melalui metode ini. “Awalnya kami terbiasa copy-paste dari internet. Tapi saat mencari berita di koran langsung, kami harus membaca paragraf demi paragraf. Kami jadi lebih paham masalah tata ruang di daerah sendiri, seperti penataan kawasan pertambangan dan fasilitas umum.”

Inovasi pembelajaran berbasis media cetak ini membuktikan bahwa metode konvensional yang dikemas interaktif tetap relevan dan efektif mendongkrak daya kritis siswa di era modern. (Kmd).

0 Likes

Author: admin

https://man1menim.sch.id/