Muara Enim (Kemenag Sumsel) — Kehadiran tenaga pendidik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Muara Enim di tengah masyarakat tidak hanya terbatas pada dinding kelas dan mimbar akademis. Melalui peran aktif tenaga pendidik keagamaan dalam proses pengurusan jenazah (tajhizul janazah), para guru menunjukkan dedikasi nyata dan kepedulian sosial yang mendalam bagi warga sekitar.
Aksi cepat dan penuh keikhlasan ini menjadi wujud pengabdian masyarakat sekaligus bukti bahwa nilai-nilai keislaman yang diajarkan di madrasah benar-benar dipraktikkan secara nyata. Keterlibatan guru keagamaan dalam proses pemulasaraan jenazah memberikan dampak positif yang signifikan, baik bagi keluarga yang berduka maupun lingkungan sosial.
Guru-guru agama MAN 1 Muara Enim sigap membantu seluruh tahapan, mulai dari memandikan, mengkafani, menyolatkan, hingga memimpin doa di pemakaman sesuai dengan kaidah syariat Islam. Tindakan ini sekaligus menjadi sarana edukasi langsung bagi masyarakat umum dan para siswa tentang tata cara pengurusan jenazah yang benar dan runtut. Kehadiran pendidik madrasah di momen-momen kritis warga semakin memperkuat hubungan emosional dan kepercayaan masyarakat terhadap MAN 1 Muara Enim.
Keaktifan para guru di lapangan ini juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran karakter bagi para siswa madrasah untuk meneladani sikap kepedulian dan empati sosial.
“Pendidikan agama terbaik adalah keteladanan. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan dalam pemulasaraan jenazah, guru-guru keagamaan kita harus hadir di garda terdepan. Ini adalah bagian dari ibadah, pengabdian, dan tanggung jawab moral sebagai pendidik madrasah.”Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim. Rabu (26/8/2026).
Salah satu tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasi tingginya atas kesigapan para pendidik keagamaan MAN 1 Muara Enim yang selalu siap sedia membantu warga tanpa memandang waktu. Melalui peran aktif ini, MAN 1 Muara Enim tidak hanya dikenal sebagai pencetak siswa berprestasi, tetapi juga sebagai lembaga yang melahirkan pendidik berjiwa sosial tinggi dan menjadi pilar keagamaan yang diandalkan oleh masyarakat Muara Enim. (Kmd).
