Muara Enim (Kemenag Sumsel) — Dalam upaya memperkuat komitmen terhadap penegakan integritas dan tata kelola pendidikan yang bersih, seluruh pendidik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Muara Enim menggelar aksi pengisian Conflict of Interest (COI) atau Deklarasi Benturan Kepentingan secara serentak pada Selasa (8/9). Langkah kolektif ini menjadi bukti nyata keseriusan madrasah dalam menutup celah nepotisme, gratifikasi, serta menjaga objektivitas dalam setiap pelayanan publik.
Pengisian COI secara serentak ini tidak sekadar agenda rutin administratif, melainkan gerakan moral untuk memastikan seluruh aktivitas akademik mulai dari proses pembelajaran, penilaian siswa, hingga pengelolaan program sekolah—berjalan secara adil, transparan, dan profesional. Setiap guru secara terbuka memetakan dan melaporkan potensi konflik kepentingan yang dapat memengaruhi objektivitas dalam menjalankan tugas profesionalnya.
Penguatan Kepercayaan Publik seperti orang tua dan masyarakat mendapatkan jaminan penuh bahwa evaluasi hasil belajar siswa, seleksi program unggulan, hingga pengelolaan bantuan dilakukan tanpa intervensi kepentingan pribadi.Formulir deklarasi ini berfungsi sebagai benteng etis dan perlindungan hukum bagi tenaga pendidik agar terhindar dari tekanan pihak luar dalam pengambilan keputusan akademik.
“Kegiatan yang berlangsung transparan dan akuntabel ini menjadi langkah krusial madrasah dalam memetakan serta memitigasi potensi risiko benturan kepentingan yang dapat memengaruhi objektivitas dan kualitas pelayanan publik”, ujar Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim, Senin (8/9/2026)..
Langkah strategis ini bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif, melainkan fondasi utama dalam menciptakan budaya kerja yang bersih. Pengisian penatausahaan benturan kepentingan ini dirancang untuk memastikan setiap keputusan operasional, tata kelola keuangan, hingga proses penerimaan peserta didik baru bebas dari intervensi maupun kepentingan pribadi. (Kmd).
