man1menim.sch.id Berita Lawan Cuaca Ekstrem, Guru MAN 1 Muara Enim Pelopori Konservasi Air Jaga Penghijauan Madrasah

Lawan Cuaca Ekstrem, Guru MAN 1 Muara Enim Pelopori Konservasi Air Jaga Penghijauan Madrasah

Muara Enim (Kemenag Sumsel) — Mengasapi teriknya suhu musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Muara Enim, para tenaga pendidik di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Muara Enim mengambil langkah nyata di luar ruang kelas. Demi mencegah mengeringnya ratusan tanaman Adiwiyata dan pohon rindang di lingkungan sekolah, para guru bahu-membahu menggalakkan aksi pemeliharaan tanaman dan efisiensi air secara terstruktur.

Langkah ini diambil mengingat pasokan air yang kian terbatas selama kemarau panjang. Tanpa perawatan konsisten, area hijau madrasah yang menjadi pilar kenyamanan belajar para siswa terancam layu dan mati. Untuk mengatasi krisis air penyiraman, majelis guru MAN 1 Muara Enim menginisiasi pemanfaatan kembali (recycle) limbah air wudhu dari masjid madrasah. Air sisa wudhu dialirkan menuju bak penampungan khusus sebelum disalurkan ke taman-taman kelas dan pot vegetasi di seluruh koridor.

Selain itu, pihak sekolah membentuk jadwal piket perawatan harian yang melibatkan guru pembina Adiwiyata dan wali kelas. Dilakukan pada pagi hari sebelum KBM dimulai dan sore hari setelah jam pulang sekolah untuk mengoptimalkan penyerapan air. Memanfaatkan dedaunan kering di sekitar perakaran untuk mengurangi laju penguapan tanah akibat terik matahari. Pemangkasan ranting kering secara berkala agar nutrisi terfokus pada pertumbuhan daun baru.

“Kami ingin memberikan teladan langsung bahwa menjaga kelestarian lingkungan adalah amanah bersama. Di tengah kemarau, kita diajarkan untuk lebih bijak memanfaatkan air dan bertanggung jawab atas lingkungan tempat kita belajar,” ujar Atrisna guru pembina Adiwiyata MAN 1 Muara Enim.

Aksi kolektif para pendidik ini membuahkan hasil signifikan bagi ekosistem madrasah seperti lebih dari 90% tanaman hias dan pohon peneduh di lingkungan MAN 1 Muara Enim tetap bertahan hijau di tengah kemarau. Keterlibatan aktif para guru memotivasi para siswa untuk ikut merawat tanaman di depan kelas masing-masing tanpa harus diperintah. Pemanfaatan air wudhu berhasil menekan penggunaan pasokan air bersih utama madrasah hingga 40% selama musim kering.

Langkah nyata yang ditunjukkan oleh jajaran guru MAN 1 Muara Enim membuktikan bahwa edukasi lingkungan terbaik lahir dari keteladanan konsisten di lapangan, menjaga madrasah tetap sejuk dan hijau meski di bawah terik kemarau. (TJR/Mas)

0 Likes

Author: admin

https://man1menim.sch.id/