Muara Enim (Kemenag Sumsel) — Kesiapsiagaan dan respons cepat ditunjukkan oleh tenaga pendidik serta Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) MAN 1 Muara Enim. Kejadian bermula saat salah seorang siswa mendadak mengalami keluhan sesak napas berat di tengah berlangsungnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di dalam kelas.
“Melihat kondisi siswa yang lemas dan kesulitan bernapas, guru pengajar yang saat itu mengampu mata pelajaran langsung menghentikan proses pembelajaran sementara guna memberikan ketenangan. Tanpa menunda waktu, guru kelas dibantu beberapa siswa segera meng evakuasi siswa tersebut ke ruang UKS MAN 1 Muara Enim untuk mendapatkan penanganan medis pertama dan jika tidak ada perubahan siswa yang bersangkutan akan di bawa kerumah sakit terdekat”, ujar Sri Lestari pembina UKS MAN 1 Muara Enim. Rabu (30/9/2026).
Pembina UKS MAN 1 Muara Enim yang berjaga bertindak cepat melakukan prosedur pertolongan pertama pada gangguan pernapasan. Siswa segera dilonggarkan pakaiannya, diposisikan duduk bersandar untuk melegakan jalan napas, serta diberikan pertolongan oksigenasi menggunakan fasilitas tabung oksigen yang tersedia di ruang UKS. Selain itu, tim UKS juga mengukur tanda-tanda vital seperti saturasi oksigen dan denyut nadi guna memastikan kondisi korban tetap terpantau.
Di saat yang bersamaan, pihak madrasah langsung menghubungi orang tua siswa dan berkoordinasi dengan pihak fasilitas kesehatan/puskesmas terdekat sebagai langkah antisipasi jika dibutuhkan rujukan medis lanjutan. Berkat tindakan awal yang terukur dan efisien dari tim madrasah, kondisi napas siswa berhasil distabilkan hingga pihak keluarga tiba di lokasi.
Kepala MAN 1 Muara Enim memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi sigap antara guru pengajar dan tim pembina UKS. Insiden ini menjadi bukti nyata komitmen MAN 1 Muara Enim yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik dan keagamaan, tetapi juga menjamin keselamatan, kesehatan, serta kenyamanan peserta didik selama berada di lingkungan madrasah.
Melalui kejadian ini, MAN 1 Muara Enim kembali mempertegas perannya sebagai health-promoting school yang tanggap darurat dan siap menghadapi berbagai situasi medis tak terduga di lingkungan sekolah. (Kmd).
