man1menim.sch.id Berita Aksi Cepat Anggota PMR MAN 1 Muara Enim Penolong di Balik Sengitnya Laga Classmeeting

Aksi Cepat Anggota PMR MAN 1 Muara Enim Penolong di Balik Sengitnya Laga Classmeeting

Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Di tengah riuhnya sorak-sorai penonton mendukung tim kelasnya dalam turnamen futsal classmeeting di Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim hari ini Kamis (11/6/2026), ada sekelompok siswa yang tatapannya tidak pernah lepas dari pergerakan fisik para pemain. Mereka adalah anggota Palang Merah Remaja (PMR) Wira MAN 1 Muara Enim yang bersiaga di pinggir lapangan dengan tas keranjang P3K di tangan.

Peran penting mereka langsung teruji pada laga semifinal yang berlangsung sengit siang tadi. Akibat benturan fisik dalam perebutan bola yang tinggi, seorang pemain dari Kelas XI MAN 1 Muara Enim tiba-tiba terjatuh dan mengalami cedera engkel (pergelangan kaki terkilir) serta luka lecet di lutut. Pertandingan sempat terhenti sejenak karena kepanikan penonton.

Tanpa ragu, empat anggota PMR yang bertugas langsung berlari ke dalam lapangan membawa tandu dan peralatan medis dasar. Dengan sigap dan tenang, mereka menerapkan metode R.I.C.E. (Rest, Ice, Compression, Elevation) yang telah mereka pelajari: mengistirahatkan kaki korban, mengompresnya dengan es batu untuk mencegah pembengkakan, dan membalutnya dengan perban elastis. “Saat ada yang cedera, kuncinya adalah jangan panik. Kami harus langsung fokus mengamankan pemain, menenangkannya, dan memberikan pertolongan pertama agar cederanya tidak bertambah parah,” ujar Nayla, komandan lapangan PMR MAN yang memimpin penanganan tersebut.

Aksi tanggap ini membawa dampak psikologis yang besar bagi jalannya turnamen. Kehadiran PMR yang sigap memberikan rasa aman bagi para siswa yang bertanding. Mereka tahu bahwa jika terjadi insiden atau kecelakaan ringan seperti kram otot, dehidrasi, atau luka lecet, ada tim medis sekolah yang siap diandalkan. Kepala Madrasah memberikan apresiasi tinggi kepada para anggota PMR yang bersiaga penuh sejak hari pertama classmeeting. “Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa di turnamen ini. Sementara siswa lain menikmati pertandingan dan mendukung kelasnya sendiri, anak-anak PMR mengorbankan waktu mereka untuk memastikan keselamatan teman-temannya. Ini adalah bentuk nyata dari pengabdian dan kemanusiaan,” ungkapnya bangga.

Setelah mendapatkan perawatan intensif di ruang UKS oleh tim PMR, kondisi pemain yang cedera berangsur membaik dan pembengkakan pada engkelnya berhasil ditekan sejak dini. Peristiwa ini membuktikan bahwa classmeeting bukan hanya panggung bagi para atlet madrasah untuk unjuk gigi, tetapi juga menjadi pembuktian nyata bagi anggota PMR dalam mempraktikkan ilmu pertolongan pertama pada situasi darurat yang sesungguhnya. (Kmd)

6 Likes

Author: admin

https://man1menim.sch.id/