Muara Enim, Inmas
Pada kegiatan Arabic Day yang diiikuti oleh seluruh siswa dari kelas X sampai dengan XII Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim memberikan reward bagi siswa yang bisa menjawab pertanyaan dari pemateri dengan benar menggunakan bahasa arab, Pemberian reward bertujuan untuk meningkatkan kualitas peserta didik. Reward membawa peserta didik pada keadaan untuk semakin meningkatkan potensi-potensi dalam dirinya seperti peningkatan prestasi belajar, menambah pengetahuan, memacu kreativitas, serta semakin memperbaiki kontrol diri. Adapun punishment pada dasarnya bertujuan untuk memperbaiki pola pikir, tingkah laku, kebiasaan serta kepribadian peserta didik yang dinilai tidak sejalan dengan cita-cita pendidikan nasional. Kamis (7/9)
Untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim, maka siswa yang aktif dan mampu menjawab pertanyaan dari pemeteri kegiatan serta berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan dengan cepat, akan diberikan pujian atau meminta kepada seluruh peserta Arabic Day yang berada halaman madrasah agar memberi tepuk tangan. Hal ini akan memicu semangat peserta didik dalam proses belajar.
“Reward kepada peserta didik berprestasi biasanya berupa hadiah seperti buku, pulpen hingga piagam. Bila di uangkan, mungkin tidak seberapa tetapi pemberian reward seperti ini menunjukkan dedikasi seorang pendidik kepada siswa. Siswa juga tidak melihat pemberian dari guru sebagai hadiah murahan tetapi tersirat pesan positif kepada siswa agar mempertahankan prestasinya jadi dapat kita ambil Pesan positifnya kegiatan ini akan memotivasi siswa untuk terus belajar karena dengan belajar prestasi bisa dipertahankan”, jelas Wakil kepala bidang Humas Sri Wahyuni saat dikonfirmasi tim jurnalis madrasah.
“Kegiatan Seperti ini juga adlah salah satu usahan pendidik dala menjalnkan misinya untuk menjaga perilaku-perilaku siswa yang sudah baik agar tetap dipertahankan dibuktikan dengan memberi reward kepada siswa tersebut sebagai stimulusnya yang kita harapkan akan merespon dan memicu pada pengulangan perilaku terhadap stimulus yang menyenangkan tersebut”, imbuh Sri Wahyuni. (Kmd)
