man1menim.sch.id Berita Deklarasi “Generasi Bijak Sampah”: Siswa Mulai Pilah Sampah Basah dan Kering Demi Madrasah Bebas Polusi

Deklarasi “Generasi Bijak Sampah”: Siswa Mulai Pilah Sampah Basah dan Kering Demi Madrasah Bebas Polusi

Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Sebuah langkah kecil yang membawa perubahan besar sedang terjadi di lingkungan sekolah. Sadar akan ancaman penumpukan sampah yang kian mengkhawatirkan, para siswa secara serentak memulai gerakan pemilahan sampah antara sampah basah (organik) dan sampah kering (anorganik). Gerakan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah sistem berkelanjutan yang dirancang untuk mempermudah pengelolaan limbah dari hulu hingga ke hilir.

Setiap ruang kelas kini telah dilengkapi dengan dua warna tempat sampah yang berbeda: Hijau untuk sampah basah (sisa makanan, daun, kulit buah) dan Biru untuk sampah kering (plastik, kertas, botol bekas). Para kader lingkungan yang dibentuk dari perwakilan siswa bertugas sebagai “polisi sampah” yang mengedukasi sekaligus memastikan teman-temannya tidak salah memasukkan kategori sampah. “Awalnya sulit karena siswa terbiasa menyatukan semua sampah. Tapi setelah tahu kalau sampah yang tercampur itu akan membusuk dan tidak bisa didaur ulang, kami jadi lebih disiplin.” jelas wakol kepala madrasah bidang kesiswaan MAN 1 Muara Enim. Jum’at (29/5/2026).

Selain dampak ekologis, gerakan ini juga membawa dampak perubahan karakter, Tidak ada lagi bau busuk menyengat dari tempat sampah karena sampah kering tidak lagi tercemar oleh sisa makanan yang membusuk. Siswa belajar mengelola “Bank Sampah”. Hasil penjualan sampah kering kini menjadi sumber dana mandiri untuk kegiatan kreativitas kelas. Beban kerja petugas kebersihan sekolah berkurang drastis karena mereka tidak perlu lagi membongkar dan memilah sampah secara manual di tempat penampungan akhir.

Kepala Sekolah memberikan apresiasi tinggi terhadap perubahan perilaku para siswa. Menurutnya, membedakan sampah basah dan kering adalah fondasi utama dari pengelolaan lingkungan yang modern. “Siswa kita tidak hanya belajar teori di kelas, mereka sedang mempraktikkan ilmu kehidupan. Dengan memilah sampah dari sekarang, mereka sedang menyelamatkan masa depan mereka sendiri,” ujar Iin Parlina kepala MAN 1 Muara Enim pungkasnya.

Dengan keberhasilan sistem ini, sekolah kini optimis untuk mengejar target sebagai Zero Waste School (Sekolah Bebas Sampah) di tingkat regional pada akhir tahun ini. (Kmd).

5 Likes

Author: admin

https://man1menim.sch.id/