man1menim.sch.id Berita Di Balik Lembar Remedial Pasca AAT, Merawat Harapan di Sela Kejar Target Nilai

Di Balik Lembar Remedial Pasca AAT, Merawat Harapan di Sela Kejar Target Nilai

Muara Enim (Kemenag Sumsel) — Koridor Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim yang biasanya mulai lengang setelah Asesmen Akhir Tahun (AAT) rampung, minggu ini justru kembali riuh. Bukan oleh sorak sorai menyambut libur panjang, melainkan oleh langkah-langkah terburu-buru para siswa yang membawa tumpukan buku catatan. Mereka adalah barisan siswa yang harus berhadapan dengan babak penentu: remedial massal.

Bagi sebagian besar siswa MAN 1 Muara Enim, pengumuman hasil AAT yang berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) atau kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran dirasakan bak petir di siang bolong. Namun, di balik angka-angka merah yang tertera di layar gawai mereka, tersimpan potret perjuangan, kelelahan mental, dan ruang evaluasi yang mendalam bagi dunia pendidikan madrasah.

“MAN 1 Muara Enim memfasilitasi hak remedial siswa secara akuntabel. Di sisi lain, jarum jam terus berputar mengejar tenggat waktu input nilai ke dalam sistem aplikasi rapor digital madrasah. Melakukan remedial untuk puluhan siswa berarti guru harus merumuskan kembali indikator soal yang gagal dipahami siswa, sebuah proses yang menguras energi di tengah tuntutan administrasi yang padat”, jelas wakil kepala bidang akademik MAN 1 Muara Enim. Selasa (2/6/2026).

Melalui fenomena pasca-AAT ini, esensi dari remedial itu sendiri sedang diuji. Mengingatkan bahwa remedial seharusnya mengedepankan pembelajaran remedial (remedial teaching), bukan sekadar memberikan ujian ulang demi mengganti angka merah di rapor menjadi hitam. Momentum ini menjadi alarm penting bagi madrasah untuk merefleksikan proses pembelajaran selama satu tahun ke belakang adanya sebagian siswa yang remedial di satu mata pelajaran menjadi indikator bahwa metode penyampaian materi di kelas membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif. Madrasah perlu memperkuat deteksi dini kesulitan belajar siswa di tengah semester, sehingga perbaikan bisa dilakukan bertahap tanpa perlu menumpuk beban di akhir tahun pelajaran.

Pintu-pintu kelas MAN 1 Muara Enim yang masih terbuka ini adalah bukti nyata. Di sana, proses pendidikan yang humanis sedang dirawat tempat di mana kegagalan dalam ujian tidak dianggap sebagai akhir, melainkan sebuah kesempatan kedua untuk memperbaiki diri sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. (Kmd).

4 Likes

Author: admin

https://man1menim.sch.id/