Muara Enim, inmas
Dimusim hujan ini untuk menghindari siswa terkena penyakit, siswa diharapkan selalu menjaga kebersihan lingkungan baik di madrasah ataupun disekitar mereka tingal karena dengan menciptakan lingkungan yang sehat, bebas dari kotoran, seperti debu, sampahdan bau yang tidak sedap. Dengan lingkungan yang sehat, kita tidak akan mudah terserang berbagai penyakit seperti demam berdarah, malaria, muntaber dan lainnya. Hal tersebut disampaikan oleh Radikar Novelliyano saat menjadi pembina upacara pada kegiatan rutin madrasah yaitu upacara penaikan bendera merah putih. Senin (5/2)
Pada saat musim hujan, lingkungan akan jauh lebih rentan. Lingkungan akan mudah sekali kotor dibandingkan pada saat musim kemarau. Hal ini disebabkan karena udara akan lebih lembab sehingga membuat sampah-sampah jadi lebih mudah membusuk dan berakhir menjadi sarang kuman. Jika hujan sangat deras, biasanya sampah-sampah akan terseret ke berbagai tempat dan menumpuk menimbulkan berbagai penyakit. Oleh karena itu, diperlukannya kesadaran setiap orang akan kebersihan lingkungan terlebih di musim hujan.
Kebersihan lingkungan sekolah akan memengaruhi kesehatan kita. Tak hanya itu, sekolah yang bersih juga dapat menaikkan nilai akademis dan semangat belajar Siswa. Menjaga kebersihan lingkungan rumah, sekolah, dan alam sekitar adalah salah satu tanggung jawab terhadap lingkungan. Sangat penting untuk menjaga kebersihan sekolah agar siswa tetap aman dan nyaman selama berada di lingkungan Sekolah.
Drs.Radikar Novelliyano selaku pembina upacara bendera kali ini berpesan “kebersihan sekolah itu berasal dari kita dan kita yang menciptakan kebersihan itu. Lingkungan yang bersih akan menimbulkan rasa kenyamanan terhadap proses belajar dan mengajar . Harapannya siswa siswi dapat bekerja sama atas kebersihan sekolah kita” imbuh pembina upacara bendera. (TJR/Ams).
