Muara Enim (Kemenag Sumsel) — Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim memberikan arahan tegas kepada seluruh civitas akademika untuk menjadikan bulan ini sebagai momentum emas penguatan karakter peserta didik. Hal ini selaras dengan kebijakan pemerintah yang menetapkan pola pembelajaran Ramadhan fokus pada peningkatan iman, takwa, dan akhlak mulia.
Dalam arahannya, Kepala MAN 1 Muara Enim menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan “madrasah” bagi pembentukan karakter islami yang bertakwa. Madrasah mengoptimalkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) khusus untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan dan kedisiplinan.
Beberapa poin utama yang ditekankan dalam arahan tersebut meliputi Integrasi Adab dalam Pembelajaran yaitu menekankan bahwa penguatan adab dan karakter murid menjadi prioritas utama selama bulan suci. Optimalisasi Ibadah Kolektif yaitu mengaktifkan program seperti Shalat Dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan kajian fiqih puasa sebagai sarana membangun kebiasaan positif dan Penguatan Empati Sosial yaitu Melalui aksi nyata seperti penyaluran zakat dan sedekah untuk mengasah kepedulian sosial siswa terhadap sesama. Pembatasan Gawai: Mendukung gerakan pembatasan penggunaan gawai yang tidak perlu selama sekolah, agar siswa lebih fokus pada refleksi diri dan literasi keagamaan.
“MAN 1 Muara Enim ingin menciptakan suasana Ramadhan yang bermakna, sehingga peserta didik menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran dan tetap semangat belajar,” ujar Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim dalam amanahnya saat upacara penaikan bendera merah putih, Senin (2/3.2026).
Sinergi antara guru sebagai teladan dan orang tua sebagai pendamping di rumah menjadi kunci keberhasilan program ini. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan siswa MAN 1 Muara Enim tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh sebagai generasi Rabbani. (Kmd).
