man1menim.sch.id Berita Mengasah Keberanian dan Kepemimpinan MAN 1 Muara Enim Kenalkan Tradisi Muhadharah Kelas kepada Siswa Baru

Mengasah Keberanian dan Kepemimpinan MAN 1 Muara Enim Kenalkan Tradisi Muhadharah Kelas kepada Siswa Baru

Muara Enim (Kemenag Sumsel) — Mengawali tahun ajaran baru, MAN 1 Muara Enim tidak hanya berfokus pada kesiapan akademik siswa baru, tetapi juga penanaman karakter dan mental kepemimpinan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mengenalkan tradisi Muhadharah Kelas secara intensif kepada seluruh siswa baru kelas X. Muhadharah—kegiatan latihan pidato, public speaking, dan orasi keagamaan yang digilir antar-siswa—dijadikan media pembiasaan agar siswa baru berani tampil, menyampaikan gagasan secara terstruktur, dan percaya diri di hadapan publik sejak awal memasuki jenjang madrasah aliyah.

Bukan Sekadar Pidato, Tapi Latihan Kepemimpinan, dalam pelaksanaannya, kegiatan Muhadharah Kelas dirancang untuk mensimulasikan peran-peran kepemimpinan nyata. Dalam setiap sesi yang digelar secara berkala, siswa baru secara bergantian bertugas seperti Pembawa Acara (MC): Melatih kelancaran berkomunikasi dan penguasaan suasana forum. Mengasah riset materi, penyusunan naskah pidato, dan teknik penyampaian (public speaking), dengan membaca Ayat Suci & Doa akan menanamkan nilai kedisiplinan serta spiritualitas. Melatih kepekaan menyimak serta memberikan masukan yang membangun antarteman. Melalui rotasi peran ini, setiap siswa baru diberikan ruang yang aman dan mendukung untuk belajar dari kesalahan tanpa takut dinilai secara negatif.

“Banyak siswa baru yang awalnya sangat pemalu dan gemetar saat diminta bicara di depan umum. Namun melalui Muhadharah Kelas, dalam beberapa minggu kelihatan sekali perubahan rasa percaya diri dan kemampuan mereka dalam merangkai kata.” jelas Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim. Jum’at (24/7/2026).

Dampak positif dari pengenalan kegiatan ini mulai dirasakan secara langsung, Siswa baru lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan rekan sekelas karena terbiasa berinteraksi dan tampil di depan forum. Untuk menyiapkan materi pidato, siswa dituntut membaca rujukan, menyusun argumen, dan memahami isu-isu sosial keagamaan terkini.Pembiasaan ini menjadi kawah candradimuka untuk menyaring bibit-bibit unggul yang siap diterjunkan dalam kompetisi debat, pidato bahasa asing (Arab/Inggris), serta da’i muda di tingkat regional maupun nasional.

Dengan mengenalkan Muhadharah Kelas sejak dini, MAN 1 Muara Enim menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter komunikatif, percaya diri, dan siap menjadi pemimpin di masa depan. (Kmd)

1 Likes

Author: admin

https://man1menim.sch.id/