Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim menunjukkan komitmen nyata dalam memperhatikan kesejahteraan internal siswanya melalui program penyaluran bantuan paket sembako Ramadhan. Bantuan ini ditujukan khusus bagi para peserta didik dari keluarga kurang mampu dan yatim piatu guna memastikan mereka dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang di tengah tantangan ekonomi.
Program ini lahir dari kesadaran pihak MAN 1 Muara Enim akan kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang dan selama bulan suci yang seringkali membebani ekonomi keluarga siswa. Paket sembako yang berisi beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan protein lainnya diharapkan mampu memenuhi gizi keluarga siswa, sehingga mereka tetap bugar dalam mengikuti kegiatan belajar-mengajar selama Ramadhan.
Kepala MAN 1 Muara Enim Iin Parlina, menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bentuk solidaritas dari seluruh civitas akademika. “Kami tidak ingin ada siswa kami yang harus merasa cemas karena kebutuhan dasar di rumah belum terpenuhi. Program ini adalah cara kami memastikan mereka merasa didukung dan dihargai oleh lingkungan sekolahnya,” jelasnya. Selasa (10/3/2026).
Bantuan ini memberikan dampak positif yang luas bagi para siswa dan ekosistem madrasah seperti memberikan ketenangan batin bagi siswa sehingga mereka dapat beribadah lebih khusyuk tanpa terbebani rasa. Sebagai pendidikan Karakter Nyata, Siswa lain yang terlibat dalam pengumpulan dan distribusi belajar secara langsung nilai empati, gotong royong, dan indahnya berbagi (sedekah/infak) yang menjadi bekal karakter holistik mereka. Dengsn krgistsn deperti ini MAN 1 Muara Enim berharap akan dapat mengurangi beban pengeluaran orang tua siswa sehingga dana yang ada dapat dialokasikan untuk kebutuhan penting lainnya, seperti biaya pendidikan atau kesehatan.
Program yang berlangsung di MAN 1 Muara Enim ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai bantuan sesaat, tetapi menjadi pemicu motivasi belajar bagi siswa penerima manfaat agar terus berprestasi meski dalam keterbatasan. Wajah syukur dan haru tampak dari para siswa saat menerima bantuan tersebut. “Terima kasih banyak kepada bapak/ibu guru dan teman-teman. Bantuan ini sangat membantu ibu saya di dapur,” ujar salah satu siswa penerima manfaat dengan mata berkaca-kaca. (Kmd).
