Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Menghadapi cuaca panas dan hujan yang tak kunjung turun, para siswa MAN 1 Muara Enim mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan tanaman dari ancaman kekeringan. Mereka memindahkan ratusan bibit tanaman dan sayuran dari lahan terbuka ke media polibag agar pemeliharaan dan penyiraman dapat dilakukan secara lebih optimal.
Langkah responsif ini diambil untuk menjaga kelembapan media tanam yang kian mengering akibat terik matahari. Dengan beralih ke media polibag, para siswa dapat mengatur tingkat penyerapan air, memindahkan posisi tanaman ke tempat yang lebih sejuk, serta menekan risiko kematian bibit akibat paparan panas ekstrem di tanah terbuka.
“Kondisi cuaca yang cukup ekstrem dan minimnya curah hujan belakangan ini menjadi tantangan, langkah para siswa memindahkan tanaman ke media polibag adalah bentuk tanggap lingkungan yang sangat tepat. Ini bukti nyata bahwa siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mampu mengambil tindakan cepat untuk menyelamatkan aset hijau sekolah dari risiko kekeringan.
“Musim kemarau ini kita jadikan sebagai media pembelajaran langsung bagi siswa. Dengan mengalihkan tanaman ke polibag, mereka belajar bagaimana mengelola kelembapan tanah dan merawat tanaman di situasi sulit. Saya sangat mengapresiasi kepekaan dan kerja keras para siswa dalam menjaga keberlanjutan lingkungan madrasah.” jelas Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim. Jumát (9/10/2026).
Aksi sigap para siswa ini menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan sekolah. Selain menyelamatkan aset hijau madrasah, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung bagi siswa dalam menerapkan strategi mitigasi iklim dan manajemen perawatan tanaman saat musim kemarau. (TJR/Azm)
