Muara Enim (Kemenag Sumsel) — Suasana khidmat menyelimuti masjid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Muara Enim sesaat sebelum adzan Lohor berkumandang. Ratusan siswa yang biasanya sibuk dengan aktivitas akademik, kini duduk rapi mendengarkan untaian nasihat dari guru dalam sesi Kuliah Tujuh Menit (Kultum). Kegiatan ini telah menjadi agenda rutin yang tidak hanya mengisi jeda waktu, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam pembentukan karakter siswa.
Kultum yang disampaikan oleh para guru sebelum shalat Lohor berjamaah bertujuan untuk memberikan penyegaran spiritual dan motivasi bagi siswa. Dengan durasi yang singkat namun padat, materi yang disampaikan mencakup akhlak, kedisiplinan, hingga kiat-kiat menjaga integritas diri sebagai pelajar Muslim. “Waktu Dzuhur adalah titik lelah siswa setelah belajar sejak pagi. Di sinilah peran guru memberikan suntikan semangat melalui ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits agar mereka kembali fokus dan memiliki niat yang lurus,” ujar Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim.Rabu (4/3/2026)
Pemberian kultum ini terbukti membawa sejumlah dampak positif bagi lingkungan MAN 1 Muara Enim, seperti Peningkatan Kedisiplinan Waktu, Siswa menjadi lebih awal bersiap menuju masjid demi tidak tertinggal materi kultum yang inspiratif. kultum ini juga sebagai penguatan Hubungan Guru dengan Siswa dengan materi yang bersifat nasihat dan motivasi menciptakan kedekatan emosional antara pendidik dan peserta didik di luar ruang kelas.
Pesan-pesan moral yang disampaikan secara konsisten membantu mengarahkan perilaku siswa menjadi lebih santun dan bertanggung jawab.Kultum berfungsi sebagai ‘pemanasan’ spiritual, sehingga saat shalat berjamaah dimulai, siswa MAN 1 Muara Enim sudah dalam kondisi hati yang tenang dan siap untuk khusyuk.
Dalam pengembangannya, MAN 1 Muara Enim juga mulai melibatkan siswa untuk tampil memberikan kultum di bawah bimbingan guru. Hal ini bertujuan untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum dan rasa percaya diri siswa sejak dini. Melalui sinergi antara ibadah berjamaah dan penguatan wawasan agama, MAN terus berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan akhlakul karimah yang kokoh.(Kmd).
