Muara Enim (Kemenag Sumsel) — Siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim dilibatkan langsung dalam kegiatan Sosialisasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol). Langkah ini diambil untuk mencetak generasi muda yang peka dan mampu mendeteksi potensi ancaman keamanan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Kepala Bakesbangpol menegaskan bahwa remaja saat ini menjadi sasaran empuk penyebaran berita bohong (hoaks), paham radikal, dan gesekan sosial. Melalui sosialisasi ini, para siswa MAN 1 Muara Enim dilatih untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi “mata dan telinga” yang mampu menyaring informasi serta melaporkan indikasi konflik secara cepat dan tepat.
“Kewaspadaan dini bukan cuma tugas aparat. Mengingat pesatnya arus informasi di media sosial, pelajar harus punya kepekaan untuk mendeteksi ancaman seperti radikalisme, perundungan ekstrem, hingga potensi tawuran sebelum hal itu pecah menjadi konflik,” ujar H. Abdul Harris Putra Kepala Bakesbangpol dalam arahannya. Kamis (16/7/2026).
Dampak nyata dari keterlibatan siswa MAN 1 Muara Enim ini diharapkan mampu menekan angka kenakalan remaja dan penyebaran paham radikal di tingkat sekolah. Sebagai tindak lanjut, para siswa yang hadir akan dibentuk menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungan madrasah, yang bertugas menyebarkan virus perdamaian dan memperkuat toleransi antar-sesama.
Kepala Madrasah MAN 1 Muara Enim menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, materi praktis dari Bakesbangpol memberikan bekal mental yang kuat bagi siswa agar tidak mudah terprovokasi. Ke depan, pihak sekolah berkomitmen untuk mengintegrasikan poin-poin kewaspadaan dini ini ke dalam kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan dan OSIS. (Kmd)
