Muara Enim (Kemenag Sumsel) — Pemandangan berbeda terlihat di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) setiap pagi sebelum bel masuk berbunyi. Bukan hanya siswa yang bergegas ke masjid, tetapi seluruh guru tampak hadir mendampingi sepenuhnya dalam rangkaian kegiatan keagamaan pagi. Pendampingan intensif ini dilakukan untuk memastikan pembiasaan ibadah bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk internalisasi nilai karakter yang nyata.
Berbeda dengan pengawasan biasa, para guru di MAN 1 Muara Enim terlibat langsung dalam setiap prosesi, mulai dari Shalat Dhuha berjamaah, pembacaan Asmaul Husna, hingga tadarus Al-Qur’an bersama. Kehadiran guru di tengah-tengah shaf siswa bertujuan untuk memberikan keteladanan (uswatun hasanah) serta bimbingan langsung dalam memperbaiki tata cara ibadah dan bacaan Al-Qur’an siswa.
“MAN 1 Muara Enim inginkan siswanya dapat melihat bahwa guru bukan hanya pemberi instruksi, tapi rekan dalam beribadah. Kehadiran guru secara penuh bertujuan untuk menciptakan atmosfer religius yang hangat dan mendukung mentalitas belajar mereka,” ungkap Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim.
Pendampingan guru secara menyeluruh dalam kegiatan keagamaan pagi terbukti membawa dampak luas bagi ekosistem sekolah, kegiatan religius yang didampingi guru membantu menenangkan emosi siswa, sehingga mereka lebih siap secara mental saat memasuki jam pelajaran pertama. Kedisiplinan yang Meningkat, dengan adanya guru yang mendampingi sejak awal, tingkat keterlambatan siswa menurun secara signifikan karena terbentuknya rasa tanggung jawab bersama.
Bimbingan langsung saat tadarus memungkinkan guru memberikan penjelasan makna ayat, yang berdampak langsung pada perubahan perilaku siswa dalam keseharian di MAN 1 Muara Enim. Interaksi di luar ruang kelas melalui kegiatan ibadah mempererat ikatan antara guru dan siswa, menciptakan lingkungan sekolah yang lebih inklusif dan ramah.
Program pendampingan ini merupakan bagian dari strategi besar madrasah untuk mencetak lulusan yang seimbang secara intelektual dan spiritual. Melalui pembiasaan yang didampingi penuh oleh pendidik, diharapkan nilai-nilai agama tidak hanya berhenti di masjid MAN 1 Muara Enim, tetapi terbawa hingga siswa kembali ke masyarakat. Dengan konsistensi ini, MAN 1 Muara Enim terus memantapkan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang mengedepankan integritas kepribadian dan keluhuran budi pekerti di atas segalanya. (Kmd)
