Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim menunjukkan antusiasme tinggi dengan menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Nuzulul Quran 1447 Hijriah. Kehadiran para pelajar ini tidak sekadar memenuhi undangan, tetapi menjadi bagian dari gerakan menyemarakkan syiar Islam di tengah generasi muda.
Kegiatan yang dipusatkan di lapangan Merdeka Kabupaten Muara Enim ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Ramadan 1447 H tingkat kabupaten. Dengan mengenakan busana muslim seragam, para siswa tampak khusyuk mengikuti rangkaian acara, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Quran hingga ceramah agama yang menyasar tantangan moral remaja di era digital.
Kepala Madrasah MAN 1 Muara Enim menyatakan bahwa pelibatan siswa dalam acara skala kabupaten ini sangat penting untuk membentuk mentalitas dan karakter mereka. “Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki kedekatan spiritual dengan Al-Quran. Momentum Nuzulul Quran ini adalah waktu yang tepat untuk menanamkan bahwa Al-Quran adalah kompas hidup mereka,” ujar Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim. Sabtu (14/3/2026).
Kehadiran siswa MAN 1 Muara Enim juga memberikan dampak visual yang kuat bagi masyarakat, menunjukkan bahwa anak muda di Muara Enim masih memiliki semangat religius yang tinggi di tengah arus modernisasi. Dalam ceramahnya, penceramah kondang nasional, Ustadz Prof. H. Abdul Somad, L.C., D.E.S.A., Ph.D. (UAS) menekankan peran pemuda sebagai pewaris nilai-nilai Al-Quran. Hal ini selaras dengan program “Ramadan Produktif” yang dicanangkan madrasah selama bulan suci ini.
Salah seorang siswa kelas XI yang hadir mengaku terkesan dengan kegiatan ini. “Ikut Tabligh Akbar bareng teman-teman dari sekolah lain membuat kami merasa lebih semangat menjalankan ibadah. Materinya juga relevan dengan masalah yang kami hadapi sehari-hari, seperti cara menjaga adab di media sosial sesuai ajaran Quran,” tuturnya.
Partisipasi aktif siswa MAN 1 Muara Enim ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Kehadiran mereka dinilai menghidupkan suasana Ramadan dan memberikan energi positif bagi jamaah lainnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai toleransi dan kesalehan sosial ke lingkungan sekolah maupun rumah. (Kmd).
