Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Berbeda dari kesan class meeting pada umumnya yang didominasi oleh riuh rendah kompetisi olahraga, MAN 1 Muara Enim memilih mengetuk pintu langit dan menyejukkan atmosfer madrasah pasca-ujian. Melalui rangkaian class meeting semester akhir tahun ajaran ini, madrasah menggelar Lomba Tahfiz Al-Qur’an Antarkelas yang membawa dampak spiritual mendalam bagi seluruh warga sekolah.
Lomba yang melombakan kategori [misalnya: Juz 30, Juz 1, atau Juz 29] ini diikuti oleh delegasi terbaik dari masing-masing kelas X dan XI. Langkah ini diambil bukan sekadar sebagai ajang perebutan juara, melainkan sebagai upaya nyata madrasah dalam merawat hafalan Al-Qur’an para siswa di tengah kesibukan akademik dan gempuran distrasi digital. Kepala MAN 1 Muara Enim, Iin Parlina, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan dampak psikologis yang sangat positif bagi siswa yang baru saja menyelesaikan Asesmen Sumatif Akhir Semester.
“Setelah anak-anak kita terkuras energinya untuk belajar materi umum demi ujian, Lomba Tahfiz ini hadir sebagai charger spiritual. Kita ingin menanamkan pola pikir bahwa sedalam apa pun ilmu dunia yang dikejar, Al-Qur’an harus tetap menjadi fondasi utama. Dampak yang paling terasa adalah lahirnya atmosfer yang tenang, teduh, dan penuh berkah di lingkungan madrasah kita,” ujar Iin Parlina, Rabu (10/6/2026).
Aula utama tempat berlangsungnya lomba mendadak berubah khidmat. Lantunan ayat-ayat suci yang dibawakan dengan tartil dan suara merdu oleh para peserta mampu menyihir ratusan pasang mata yang hadir. Tidak jarang, suasana haru menyelimuti ruangan ketika peserta dengan tenang menyambung ayat-ayat sulit yang diujikan oleh dewan juri. Koordinator kegiatan ini Subirin, mengungkapkan bahwa lomba tahfiz ini justru menjadi magnet terbesar yang memicu semangat berkompetisi secara sehat antarkelas.
“Awalnya kami khawatir audiens akan bosan. Namun yang terjadi justru sebaliknya, teman-teman di kelas ikut membantu memurojaah (mengulang) hafalan temannya yang akan maju lomba. Di lorong-lorong kelas, kita bisa melihat pemandangan indah di mana sesama siswa saling menyimak hafalan. Dampak solidaritas dan kebersamaan berbasis Al-Qur’an inilah yang luar biasa,” jelas Subirin.
Dampak dari perlombaan ini tidak berhenti saat dewan juri mengetuk palu kemenangan. Pihak madrasah menegaskan bahwa para juara dan peserta yang potensial dari lomba ini akan langsung diproyeksikan dan dibina secara khusus dalam program unggulan Tahfiz Madrasah untuk dipersiapkan menghadapi ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) atau kompetisi keagamaan tingkat regional dan nasional. Salah seorang juri lomba yang juga pengampu keagamaan, Wildan, mengaku bangga dengan kualitas hafalan para siswa. “Tajwid, fashohah, dan kelancaran mereka sangat baik. Ini membuktikan bahwa di tengah kesibukan sekolah, mereka tetap meluangkan waktu untuk menjaga Al-Qur’an. Ini modal luar biasa untuk masa depan mereka,” terang Wildan.
Melalui Lomba Tahfiz Al-Qur’an di momen class meeting ini, MAN 1 Muara Enim sukses membuktikan komitmennya untuk terus mengawal keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan keluhuran akhlak, sekaligus mencetak generasi muda yang tidak hanya siap menghadapi tantangan zaman, tetapi juga tetap membumi bersama Al-Qur’an. (Kmd)
