man1menim.sch.id Berita Gali Potensi Ekraf dan Estetika, Lomba Merias Wajah di Class Meeting MAN 1 Muara Enim Jadi Wadah Asah Keterampilan dan Rasa Percaya Diri

Gali Potensi Ekraf dan Estetika, Lomba Merias Wajah di Class Meeting MAN 1 Muara Enim Jadi Wadah Asah Keterampilan dan Rasa Percaya Diri

Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Usai merampungkan seluruh rangkaian Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS), MAN 1 Muara Enim tidak kehabisan ide untuk mengisi waktu luang siswa dengan kegiatan yang produktif. Melalui agenda class meeting semester akhir tahun ajaran ini, madrasah menggelar Lomba Merias Wajah (Makeup Kreatif) Antarkelas yang berhasil membuka cakrawala baru bagi potensi non-akademik siswa.

Lomba yang diikuti oleh perwakilan dari setiap kelas X dan XI MAN 1 Muara Enim ini mengusung tema “Pesona Nusantara: Harmoni Tradisional dan Modern”. Setiap tim yang terdiri dari perias dan model ditantang untuk menampilkan keterampilan merias wajah dengan memadukan unsur kecantikan modern dan sentuhan etnik kebudayaan Indonesia, dengan batas waktu pengerjaan yang ketat. Kepala MAN 1 Muara Enim, Iin Parlina, menjelaskan bahwa lomba merias wajah ini sengaja dihadirkan untuk memberikan dampak nyata pada pengembangan soft skills dan pemahaman industri ekonomi kreatif sejak bangku madrasah.

“Kita harus jeli melihat bahwa dunia kerja saat ini sangat luas, salah satunya di sektor industri kecantikan dan personal branding. Melalui lomba ini, kita tidak hanya melatih keterampilan teknis estetika, tetapi juga melatih manajemen waktu, ketelitian, dan bagaimana siswa menghargai sebuah proses seni. Dampaknya, anak-anak kita menjadi lebih percaya diri dengan bakat unik yang mereka miliki,” ungkap Iin Parlina saat memantau jalannya lomba,Rabu (10/6/2026).

Suasana ruang perlombaan tampak bergeliat layaknya studio rias profesional. Kerja sama yang apik terlihat jelas ketika sang perias dengan cekatan menyapukan warna, sementara sang model harus tetap tenang dan menjaga postur agar hasil riasan presisi. Komunikasi yang intens dan saling percaya antara perias dan model menjadi kunci utama. Ketua Panitia Class Meeting, menyebutkan bahwa lomba ini memberikan dampak kejutan karena mampu memunculkan bakat-bakat terpendam dari para siswa yang selama ini tidak terlihat di kelas formal.

“Banyak teman-teman yang ternyata punya teknik merias yang luar biasa, bahkan setara dengan perias profesional. Dampak positifnya, kegiatan ini membuka peluang usaha mikro di kalangan siswa. Mereka mulai sadar kalau hobi dan keterampilan ini jika ditekuni bisa menghasilkan, misalnya untuk jasa rias acara keluarga, wisuda, atau event sekolah,” ujar Ketua Panitia Class Meeting MAN 1 Muara Enim.

Dampak dari lomba merias ini melampaui sekadar urusan kosmetik. Di akhir sesi, para model melakukan catwalk singkat di hadapan dewan juri dan sorak-sorai dukungan dari teman sekelasnya. Momen ini menjadi ruang apresiasi di mana siswa belajar menghargai keberagaman standar kecantikan dan keunikan karakter wajah setiap individu. Salah seorang juri lomba yang juga praktisi kecantikan/guru keterampilan, Susilawati, memberikan apresiasi tinggi pada hasil karya para siswa. “Kombinasi warna dan kesesuaian tema yang mereka bawakan sangat berani dan rapi. Lebih dari itu, lomba ini melatih mental siswa untuk tampil berani di depan publik,” jelasnya.

Melalui Lomba Merias Wajah di momen class meeting ini, MAN 1 Muara Enim sukses menunjukkan bahwa madrasah adalah tempat yang inklusif bagi segala jenis bakat dan potensi siswa. Kegiatan ini berhasil mengubah stigma class meeting yang biasanya pasif menjadi sebuah panggung ekspresi yang melahirkan rasa bangga, kemandirian, dan bekal keterampilan berharga untuk masa depan para siswa. (Kmd)

5 Likes

Author: admin

https://man1menim.sch.id/