Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Ratusan siswa, guru, dan staf MAN 1 Muara Enim menggelar salat sunnah Istisqa (salat memohon hujan) secara berjamaah di lapangan utama madrasah. Langkah ini diambil sebagai bentuk ikhtiar spiritual merespons dampak kemarau panjang yang memicu kekeringan dan penurunan kualitas udara di wilayah Kabupaten Muara Enim.
Melalui kegiatan ini, pihak madrasah bertujuan menanamkan empati sosial serta kesadaran lingkungan kepada para siswa di tengah ancaman krisis iklim dan kekeringan. Salat Istisqa digelar khusus untuk memohon keberkahan dan penurunan hujan yang merata guna mengatasi kekeringan lahan pertanian, kesulitan air bersih warga, serta bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sebelum pelaksanaan salat, para siswa dibekali pemahaman mengenai pentingnya menjaga ekosistem, menghemat penggunaan air bersih, serta tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan.Kegiatan dilengkapi dengan khotbah khusus yang mengajak seluruh warga madrasah untuk bermuhasabah (perbaikan diri), memperbanyak istighfar, dan mempererat tali silaturahmi antar sesama.
Kepala MAN 1 Muara Enim menyampaikan bahwa madrasah tidak boleh acuh terhadap fenomena alam dan kesulitan yang sedang dihadapi masyarakat sekitar.
“Ketika bumi mengalami kekeringan dan masyarakat mulai kesulitan air, Islam mengajarkan kita untuk mengetuk pintu langit. Salat Istisqa ini adalah sarana edukasi bagi siswa bahwa setiap persoalan lingkungan harus disikapi dengan usaha nyata sekaligus ketundukan spiritual kepada sang Pencipta.” jelas Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim. Jum’at (27/8/2026).
Aksi religius MAN 1 Muara Enim ini mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat sekitar yang berharap doa bersama dari lingkungan pendidikan ini membawa keberkahan dan segera menurunkan hujan yang bermanfaat bagi Bumi Serasan Sekundang. (Kmd).
