man1menim.sch.id Berita Pertahankan Predikat Madrasah Hijau di Musim Kemarau, Siswa MAN 1 Muara Enim Rutin Rawat dan Siram Tanaman

Pertahankan Predikat Madrasah Hijau di Musim Kemarau, Siswa MAN 1 Muara Enim Rutin Rawat dan Siram Tanaman

Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Memasuki musim kemarau, tantangan dalam menjaga kelestarian dan kesejukan lingkungan sekolah menjadi perhatian utama. Untuk mempertahankan predikat sebagai Madrasah Hijau (Green School), para siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim secara rutin dan terkoordinasi melakukan aksi menyiram serta merawat tanaman di sekitar area madrasah.

Aksi gotong royong ini dilakukan setiap hari sebelum jam pelajaran dimulai dan saat istirahat sore. Siswa membagi tugas untuk memastikan seluruh area ruang terbuka hijau, pot pepohonan, serta taman madrasah tetap mendapat asupan air yang cukup di tengah cuaca terik. Musim kemarau yang identik dengan suhu panas dan kelembapan rendah tidak menyurutkan semangat warga madrasah untuk menjaga keasrian lingkungan. Justru, kondisi ini dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat karakter kepedulian lingkungan pada diri siswa.

“Di musim kemarau, tanaman membutuhkan perhatian ekstra agar tidak layu atau mati. Aksi rutin ini merupakan wujud komitmen bersama untuk menjaga agar lingkungan MAN 1 Muara Enim tetap sejuk, asri, dan nyaman sebagai tempat belajar,” ujar Hj.Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim. Jum’at (14/8/2026).

Untuk menghemat dan mengefisiensikan penggunaan air di musim kemarau, pihak madrasah dan siswa juga menerapkan teknik penyiraman yang efisien, seperti memanfaatkan air bekas wudu yang ditampung (water recycling) untuk menyiram tanaman penutup tanah dan pepohonan pelindung. Aksi konsisten para siswa ini membawa berbagai dampak positif yang signifikan bagi lingkungan madrasah dan pembentukan karakter. Pepohonan dan tanaman yang terjaga dengan baik membantu menekan suhu panas lingkungan, sehingga tercipta suasana belajar yang nyaman dan kondusif bagi siswa dan guru. Dengn Menanamkan nilai rasa memiliki (sense of belonging) dan tanggung jawab moral terhadap kelestarian alam secara berkelanjutan.Pemanfaatan sistem daur ulang air wudu mengajarkan siswa tentang pentingnya konservasi air di saat pasokan air terbatas selama musim kemarau.

Gerakan merawat dan menyirami tanaman ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari budaya harian di madrasah. Melalui kepedulian dan konsistensi seluruh warga madrasah, MAN 1 Muara Enim optimistis dapat terus mempertahankan ekosistem yang hijau, sehat, dan ramah lingkungan dalam berbagai kondisi cuaca. (Kmd).

6 Likes

Author: admin

https://man1menim.sch.id/