Muara Enim — Kehadiran guru dan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Muara Enim dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Balai Agung Serasan Sekundang, Kabupaten Muara Enim, menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Dalam kegiatan tersebut, para guru dan siswa MAN 1 Muara Enim turut menjadi bagian dari masyarakat pendidikan yang menyuarakan pentingnya pemenuhan hak anak. Kehadiran mereka tidak sekadar mengikuti rangkaian acara seremonial, tetapi juga menjadi bentuk nyata dukungan terhadap upaya membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, berprestasi, serta memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi. Peringatan Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Anak juga membutuhkan lingkungan yang mampu memberikan rasa aman, penghargaan, kesempatan berkembang, serta pendampingan dari orang tua, guru, dan masyarakat.
Bagi MAN 1 Muara Enim, momentum ini memiliki arti strategis. Guru memiliki peran penting sebagai pendidik sekaligus pendamping siswa dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman. Sementara itu, siswa merupakan generasi yang akan menentukan arah masa depan daerah dan bangsa.
“Kehadiran dalam peringatan Hari Anak Nasional ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, belajar, berprestasi, dan mendapatkan perlindungan. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk berkembang, demikian semangat yang tercermin dalam keikutsertaan keluarga besar MAN 1 Muara Enim pada kegiatan tersebut. ujar Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim. Rabu (2/9/2026).
Suasana peringatan HAN ke-42 di Balai Agung Serasan Sekundang juga menjadi ruang bagi siswa untuk belajar secara langsung mengenai nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan pentingnya perlindungan terhadap anak. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membentuk karakter siswa agar tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Lebih jauh, keterlibatan guru dan siswa MAN 1 Muara Enim menunjukkan bahwa upaya mewujudkan masa depan anak bukanlah tanggung jawab satu pihak. Sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat perlu bergerak bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih cita-citanya.
Momentum Hari Anak Nasional ke-42 pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan peringatan. Semangat tersebut perlu diteruskan dalam kehidupan sehari-hari melalui terciptanya budaya sekolah yang ramah anak, saling menghargai, bebas dari kekerasan dan perundungan, serta mendorong siswa untuk berani berprestasi dan menyampaikan gagasan. Dengan semangat tersebut, kehadiran guru dan siswa MAN 1 Muara Enim di Balai Agung Serasan Sekundang menjadi bagian dari langkah bersama untuk memastikan bahwa. (Kmd)
