Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Menjelang penghujung tahun pelajaran, suasana ruang guru di Madrasah Aliyah Negeri 1 Muara Enim tampak lebih sibuk dari biasanya. Para pendidik mulai memasuki fase krusial dalam siklus akademik: penyusunan soal Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Genap, sebuah langkah strategis untuk mengukur kedalaman pemahaman siswa selama satu semester terakhir.
Bukan sekadar rutinitas administratif, penyusunan soal tahun ini ditekankan pada kualitas instrumen yang mampu memicu daya nalar kritis siswa melalui pendekatan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Kepala MAN 1 Muara Enim menegaskan bahwa proses pembuatan soal kali ini melewati tahap validasi yang ketat. Setiap butir soal harus selaras dengan Tujuan Pembelajaran (TP) yang telah ditetapkan dalam Kurikulum Merdeka.
“Guru kami tidak hanya membuat soal untuk menguji hafalan, tetapi untuk memotret kompetensi nyata siswa. ASAS Genap adalah cermin keberhasilan proses belajar-mengajar selama enam bulan terakhir,” jelas Iin Parlina Kepala MAN 1 Muara Enim. Senin (11/5/2026).
Dalam lokakarya penyusunan soal yang digelar secara internal, terdapat tiga poin utama yang menjadi fokus para guru seperti soal dirancang berdasarkan fenomena nyata agar siswa dapat menghubungkan teori dengan realitas di lapangan. Memperkuat kemampuan siswa dalam menganalisis bacaan dan data angka, sesuai dengan standar asesmen nasional dan menggunakan aplikasi perakitan soal yang memastikan validitas dan reliabilitas instrumen ujian.
Langkah proaktif para guru ini memberikan dampak luas bagi ekosistem pendidikan di MAN 1 Muara Enim dadalah Dengan soal yang berkualitas, standar lulusan madrasah akan tetap kompetitif di tingkat nasional, Hasil ASAS akan menjadi data otentik bagi guru untuk melakukan evaluasi metode mengajar di tahun ajaran berikutnya. Dan sebagian besar soal akan diintegrasikan ke dalam sistem Learning Management System (LMS) madrasah, mendukung transformasi digital di lingkungan Kemenag.
Salah satu guru mata pelajaran menyatakan bahwa tantangan terbesar adalah menciptakan soal yang adil bagi seluruh tingkat kemampuan siswa namun tetap menantang. “Kami menghabiskan waktu ekstra untuk melakukan analisis butir soal. Tujuannya satu: agar setiap siswa mendapatkan penilaian yang jujur dan akurat sesuai kemampuan mereka,” ungkapnya.
Dengan dimulainya penyusunan soal ini, MAN 1 Muara Enim kembali mempertegas komitmennya dalam menjaga integritas akademik dan mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan melalui evaluasi yang bermutu. (Kmd).
