Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Di luar jam kerja administratifnya yang padat, Diky, seorang staf Tata Usaha (TU) di MAN 1 Muara Enim, mendedikasikan waktunya untuk sebuah misi sosial yang berdampak besar. Setiap sore, ia telaten membimbing warga lanjut usia (lansia) di lingkungannya belajar membaca Al-Qur’an dari nol.
Program yang dimulai sejak setahun lalu berawal dari keprihatinan Diky Staf TU MAN 1 Muara Enim melihat banyak lansia di desanya yang ingin beribadah dengan lebih khusyuk namun terkendala karena belum bisa membaca rumi maupun huruf hijaiyah. Menggunakan metode visual yang sederhana dan penuh kesabaran, ia mengubah ruang tamu rumahnya menjadi kelas mengaji gratis.
Dampak dari gerakan ini sangat dirasakan oleh warga lansia mengaku kini sudah bisa membaca surat-surat pendek dengan lancar setelah berbulan-bulan belajar dengan metode interaktif yang diajarkan. “Dulu saya malu karena sudah tua tapi belum bisa mengaji. Sifat sabar dan telaten dari Staf TU MAN 1 Muara Enim membuat kami para lansia tidak sungkan untuk terus belajar. Sekarang, alhamdulillah, saya sudah bisa baca Al-Qur’an sendiri di rumah,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.Jum’at (3/7/2026).
Aksi nyata staf TU MAN 1 Muara Enim ini membuktikan bahwa pengabdian di dunia pendidikan tidak terbatas pada ruang kelas atau tugas administratif belaka. Lewat inisiatif mandiri ini, ratusan lansia kini terbebas dari buta aksara Al-Qur’an, sekaligus meningkatkan kualitas ibadah dan spiritualitas mereka di usia senja. (Kmd).
