Muara Enim (Kemenag Sumsel) – Kehadiran guru dan staf Tata Usaha (TU) MAN 1 Muara Enim dalam acara aqikah, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi edukasi keagamaan warga sekitar. Tidak sekadar bertamu, para pendidik dan tenaga kependidikan ini terlibat aktif memandu seluruh prosesi acara agar berjalan sesuai tuntunan syariat Islam.
Dalam acara tersebut, salah seorang guru bertindak sebagai penceramah yang mengupas tuntas tentang fikih aqikah, keutamaan mendidik anak dalam Islam, hingga hikmah mencukur rambut bayi. Sementara itu, tim staf TU bersama guru lainnya kompak memandu pembacaan selawat nabi, tahlil, serta doa keselamatan untuk sang bayi.
Keterlibatan aktif ini membawa dampak nyata bagi masyarakat yang hadir. Acara aqikah yang biasanya hanya diisi dengan ramah tamah berubah menjadi majelis ilmu yang interaktif. Warga memanfaatkan momen ini untuk bertanya langsung mengenai hukum-hukum seputar aqikah, pembagian daging kurban, hingga tips pola asuh anak secara islami.
Pihak tuan rumah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan dari pihak madrasah. “Kami sangat terbantu. Kehadiran bapak ibu guru dan staf TU membuat acara aqikah anak kami tidak hanya meriah, tapi juga penuh berkah karena diisi dengan syiar ilmu yang sangat bermanfaat bagi kami dan tetangga sekitar,” ungkapnya.
Kepala MAN 1 Muara Enim, Iin Parlina, menegaskan bahwa keterlibatan guru dan staf TU MAN 1 Muara Enim dalam momen-momen keluarga warga seperti aqikah adalah wujud nyata dari pengabdian masyarakat. Lewat aksi ini, madrasah berhasil membuktikan perannya sebagai mitra terdekat warga dalam menjaga dan menghidupkan tradisi keagamaan yang benar di lingkungan masyarakat. (Kmd)
